Selasa, 15 Desember 2009

Bagaimana cara menyimak yang baik?

Lagi-lagi mata tak kunjung lelah untuk membuka... jadi ditemani musik aku mengetik....

Aku cuma mau sedikit cerita dengan "kekurangan" yang aku miliki. Berawal dari kondisi telingaku yang memang agak susah untuk mendengar bunyi dengan nada rendah tapi cepat, ditambah bagian otakku yang berfungsi untuk mengolah data-data verbal dari bunyi-bunyian atau bahasa tidak bisa berjalan dengan cepat, sehingga ketika aku bercakap dengan seseorang yang kuperhatikan adalah gerakan bibirnya, untuk lebih memudahkan aku menyimak apa yang dibicarakannya.Kemudian masalahpun terjadi, lawan bicaraku, jika dia seorang laki-laki menganggap aku orang yang menyebalkan, atau tidak bisa diajak bicara, atau tidak friendly, atau bahkan mengancam. sedangkan jika dia seorang wanita, menganggapku sedikit kurang ajar, atau menggoda, atau apapun yang menyangkut birahi. Padahal itu hanya karena pendengaranku kurang (untuk nada rendah) dan pemrosesan kata-kata tidak bisa berlangsung cepat jika hanya dengan mendengar.

Sebetulnya aku sudah menyadarinya sejak lama, dan sampai sekarangpun terus mencoba untuk menyimak dengan memfokuskan mata pada mata atau kening lawan bicara, tetapi susah sekali untuk dapat bercakap-cakap dengan seperti itu. Ditambah lagi bentuk mataku yang cenderung cekung dengan alis tebal, sehingga sorot mataku "seperti" tajam, juga lidah yang kadang terbelit ketika mengucapkan kata-kata yang sulit. Dan dari sekian lama terjadi, akhirnya aku perlahan membenamkan cita-citaku untuk meniru Agus Salim yang mampu berbicara dengan banyak bahasa.

Adakah kursus bicara untuk orang seperti aku? Bukan kursus bahasa, karena aku yakin jika telah mampu mengatasi ini aku dapat cepat belajar bahasa. Tapi ya sudah lah, karena sekarang aku belum begitu perlu untuk berbicara dengan fasih dan berbahasa asing.

2 komentar:

Upi... mengatakan...

hooooo...baru tau *manggut2*.
Tapi kok aku nggak pernah ngerasa kamu kurang ajar ato menggodaku ya?

Gufy ajah mengatakan...

kalo menurutku sih pi, itu karena kamu jarang sekali bicara sambil ngliatin aku langsung berhadapan. hehehe... jadi mau neh digodain? *blink* sip lah, tunggu aku menggodamu ya? :P